Advertisement

Latest News

Khawarij

By Sudi Doremie - Selasa, 18 September 2012

http://bloggerinformative.blogspot.com/2014/01/penawaran-pemasangan-iklan.html



Khawarij merupakan salah satu aliran terkenal dalam ilmu tauhid. Pengangkatan Ali bin Abi Tholib ra. menjadi kholifah menggantikan Utsman bin Affan ra., tidak disetujui oleh banyak pihak. Salah seorang yang menentang keras dan tidak mau mengakui Ali sebagai kholifah ialah Muawiyah bin Abi Sufyan, gubernur Damaskus (Syiria). Puncak dari pertentangan mereka terjadi dengan pecahnya Perang Shiffin, antara pasukan kholifah Ali bin Abi Tholib melawan pasukan Muawiyah.

Ketika pasukan Ali hampir menenangkan perang, Amr bin Ash- pendukung Muawiyah berhasil mengajak Ali bertahkim (arbitrase). Sebagian balatentara Ali tidak mau menerima keputusan itu. Mereka berpendapat, orang yang mau berdamai pada saat pertempuran berlangsung adalah orang yang ragu akan kebenaran perang itu. Padahal hukum Allah menegaskan, bahwa orang-orang yang melawan kholifah harus diperangi. Golongan yang semula memihak kepada Ali itu, akhirnya berbalik membenci dan memusuhi Ali. Mereka inilah yang dinamakan Khowarij, ialah orang-orang yang keluar dan memisahkan diri dari Ali.

Ajaran-ajaran pokok golongan Khawarij, secara umum adalah :
  • orang Islam yang melakukan dosa besar adalah kafir;
  • orang-orang yang terlibat dalam perang Jamal, yakni perang antara Aisyah, Tholhah dan Zubair melawan Ali bin Abu Tholib dan pelaku arbirtasse - termasuk yang menerima dan membenarkannya dihukum kafir;
  • pandangan dalam menentukan kholifah (kepala negara) cukup demokratis. Kholifah, menurut mereka, harus dipilih oleh rakyat serta tidak harus dari keturunan Nabi dan tidak mesti keturunan bangsa Quraisy. Jadi, seorang muslim dari golongan manapun bisa menjadi kholifah asalkan memiliki kemampuan memimpin dengan benar.

Tokoh-tokoh Khawarij yang utama, antar lain, ialah: (1) Abdullah bin Wahab al-Rosyidi; (2) Urwah bin Hudair; (3) Mustarid bin Sa’ad; (4) Hausaroh al-Asadi; (5) Quroib bin Maruah; (6) Nafi bin al-Azroq; dan (7) Abdullah bin Basyir.

Akibat perbedaan pendapat di antara tokoh-tokohnya, Khawarij terpecah menjadi beberapa golongan, antara lain:
  1. golongan Muhakkimah (sekte khowarij yang pertama, yakni golongan yang memisahkan diri dari Ali bin Abi Tholib ra.);
  2. golongan Azariqoh (pengikut Nafi Ibnu Azroq) yang terkenal lebih radikal, sebab mereka mengkafirkan ummat Islam, kecuali golongan mereka.
  3. golongan Najadat (pengikut Najadah Ibnu ’Amir) yang merupakan pecahan dari golongan Azariqoh.
  4. golongan As-Sufriyah (pengikut Ziyad Ibnu Ashfar). Ajaran golongan ini menyerupai golongan Azariqoh;
  5. golongan al-Ibaadiyah (pengikut Abdullah Ibnu Ibaad Attami). Golongan ini agak lunak, sebab pengikutnya boleh menikah dengan orang-orang dari golongan lain;
  6. golongan al-Ajaridah pimpinan Abd. Karim bin Ajrod, yang dalam perkembangannya terpecah menjadi beberapa kelompok kecil seperti Syu’aibiyah, Hamziyah Hazimiyah, dan Maimuniyah.

Perpecahan itulah yang menghancurkan aliran Khawarij sehingga keberadannya kini hanya ada dalam catatan sejarah.

http://bloggerinformative.blogspot.com/2014/01/penawaran-pemasangan-iklan.html

Follow our blog on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

0 komentar for "Khawarij "

Leave a Reply

Advertisement