-
Do you need help?

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …
Pagi itu saya tengah berkeliling sebuah pesantren yang mengagumkan di Kalimantan Timur. Pesantren itu adalah Pesantren Hidayatullah yang terletak di sebuah kawasan bernama Gunung Tembak, Balikpapan. 120 hektar luas pesantren itu dan lebih dari 130 cabang sudah tersebar di dalam maupun luar negeri.
Setidaknya itulah info yang saya dapatkan dari beberapa ustadz yang menemani saya saat bersilaturahmi ke sana.
“Santri sebanyak ini, berapa biaya yang dikeluarkan setiap bulannya …?” tanya saya kepada Ustadz Ainurrofiq.
Beliau menjawab bahwa Alhamdulillah biaya bulanan selalu cukup meskipun banyak dari santri yang tidak sanggup membayar SPP.
“Lalu darimana biaya bulanan itu ditutupi …?” kejar saya.
“Khan ada Allah!!!” jawab beliau singkat.
“Ya, saya mengerti … tapi khan pasti ada jalan keluar yang harus dicari … Begini aja, ada cerita bagus gak dari pesantren ini yang bisa dibagi ke saya?!” tandas saya.
Akhirnya ustadz Rofiq (beliau biasa disapa demikian), menceritakan satu kisah yang mengagumkan.
Waktu itu pernah datang kepala gudang kepada Abdullah Said, pimpinan pertama pesantren. Sang ustadz, kepala gudang pagi itu datang mengadu kepada bapak pimpinan,
“Pak, di gudang kini tidak tersisa sebutir beras pun untuk makan santri nanti siang!”
Hal itu dilaporkannya pada pukul sekitar jam 8 pagi, padahal makan siang hanya tersisa 4 jam lagi. Dus, santri yang perlu makan jumlahnya adalah ratusan.
Mendengarnya pak kyai menjawab tenang. Ya, inilah sosok hamba Allah yang selalu menyerahkan urusannya kepada Allah. Tidak pernah panik dan selalu tenang! Beliau menukas :
“Begini saja, mari kita pergi ke masjid untuk shalat Dhuha!” Sang ustadz kepala gudang mengiyakan ajakan pak kyai. Ustadz kepala gudang tahu benar tabiat kyai yang selalu menyerahkan semua urusan kepada Allah Swt.”
Melihat mereka berdua berjalan menuju masjid, rupanya ada beberapa ustadz lain yang mengikuti langkah mereka. Pemandangan segerombolan ustadz dan kyai menarik perhatian beberapa santri dan akhirnya rombongan menuju masjid untuk melaksanakan shalat dhuha pun menjadi banyak.
Inilah para hamba Allah yang sebenarnya. Yaitu manusia-manusia shalih yang mengabdikan diri menjadi hamba Allah sesungguhnya, dan mereka semua menjadikan Allah Swt menjadi Tuhan mereka dengan sebenarnya.
Radhitu billahi Rabban …. wa bil islami diinaa … wa bi muhammadin nabiyyan wa rasuulaa …
Maka para hamba Allah itu melakukan shalat dhuha sepuas hati mereka. Ada di antara mereka yang mengerjakan 2, 4, 6, 8 bahkan 12 rakaat. Usai mereka berdiri, rukuk dan sujud dihadapan Allah Sang Penguasa Alam, maka wajah-wajah mereka menengadah. Tangan-tangan mereka terangkat menjulur ke langit. Mereka meminta dengan penuh harap dihadapan Tuhannya.
Allahumma inna hadzhad dhuha’a dhuha’uka wal baha’a baha’uka ….. Aatinii maa ataita min ibaadikas shaalihin …
Ya Allah … sungguh waktu dhuha ini adalah milikMu, dan keagungan adalah kepunyaanMu ….
Berikan kepadaku karunia yang pernah Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalihin.
Itulah doa Dhuha yang dibacakan oleh para hamba Allah tadi. Kondisi mereka masih berada di tempatnya.
Tidak seorang pun beranjak pergi meninggalkan masjid. Meski demikian, rupanya ijabah Allah sudah tiba sebelum doa mereka diselesaikan.
Ya, ijabah Allah mendahului permohonan doa mereka!!!
Siapa yang pernah berkunjung ke pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak ini akan mendapati bahwa gerbang pesantren terletak di sisi kanan depan masjid. Maka gerbang tidak jauh berjarak dari masjid tempat para hamba Allah tadi berdoa.
Maka di gerbang tersebut ada sebuah truk penuh berisi muatan beras. Ya, beras!!! Beras yang Allah Swt datangkan untuk para hambaNya yang membutuhkan.
Truk itu pun dibongkar muatannya di gudang pesantren. Sambil membongkar para petugas pesantren menanyakan kepada supir truk darimana asal beras ini. Supir truk itu memberi keterangan bahwa kemarin Bulog Kaltim melakukan sidak (inspeksi mendadak) di pasar. Mereka temukan raskin (beras untuk orang miskin) rupanya dijual bebas. Maka beras itu pun disita oleh Bulog.
Setelah disita para pejabat Bulog Kaltim mendapati bahwa gudang mereka penuh dan tidak bisa menampung beras sitaan. Maka mereka berpendapat, kalau tidak bisa disimpan lebih baik disumbangkan saja sebelum beras itu rusak. Namun kemana hendak disumbangkan? Maka mereka memutuskan untuk menyalurkan beras itu ke pesantren Hidayatullah saja!!!
Subhanallah …!!! rupanya sebelum pak Kyai Abdullah Said berdoa bersama para ustadz dan santrinya, jauh sebelum itu rupanya Allah Swt sungguh sudah mempersiapkan segala yang hendak diminta oleh para hamba-hamba kesayangannya.
Sungguh ada kenikmatan dan keindahan yang tiada terperi, bila kita menjadi hamba Allah sebenarnya! Tidakkah kita menyadarinya, sobat?!
( Sumber : lailahaillallah. com)
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...

Dari Al-faqih menegaskan bahwa jika ingin selamat dari siksa kubur,maka lakukan enam perkara dan lenyapkanlah enam perkara:
☑ Shalat lima waktu
☑ Banyak sedekah
☑ Selalu membaca Al-Qur’an
☑ Banyak bertasbih/Dzikir
☑ Banyak Shalat Tahajud
☑ Jangan Pernah Putus Silaturahmi.
Sedangkan empat perkara yang mendatangkan siksa kubur yaitu :
Ⓐ Jika berkata ia Dusta, meski dalam hal bercanda
Ⓑ Jika berjanji ia Khianat,
Ⓒ Adu Domba,
Ⓓ Menyisakan air kencing (tidak dibersihkan secara benar-benar).
Rasulullah Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda:
”Bersihkanlah air kencingmu sebersih-bersihnya karena kebanyakan siksa kubur akibat air kencing yang tersisa meskipun sudah di bersihkan.” (HR.Muslim)
Rasulullah Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda: ”Empat perkara yang di benci ALLAH,yaitu:
1. Main-main ketika shalat
2. Bergurau di tengah tengah baca Al-Qur’an
3. Berkata Keji Ketika Puasa
4. Tertawa-tawa di kuburan.
Mari Aminkan doa bersama agar mustajab
Ya ALLAH Lindungilah kami dari :
✗ Siksa kubur
✗ Godaan setan saat Sakaratul Maut
✗ Su'ul Khotimah
Aamiin Yaa'Robbal'alamiin

Bismillah ... WAJIB BACA Selepas baca silakan share..
Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:
"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israq-kan........"
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerikan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBU BAPAKNYA.
2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDHUNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari siksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.
6. Aku melihat umatku coba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.
7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.
8. Aku melihat umatku coba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KARENA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.
BERSABDA RASULULLAH SAW: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU
YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"
اَللَّهُمَّ صَلِِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَىآلِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Maha Suci Engkau ya Allah! Belum sempat kami Memuji-Mu , Sebagaimana Layaknya Engkau dipuji , Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji !
Maha Suci Engkau ya Allah , Betapa Kami Lalai Mengingat-Mu ya Allah, Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengingat!
Maha Suci Engkau ya Allah , Kami Kerap Lalai Mensyukuri Nikmat-Mu , Dan Tiada Tempat Kami Bersyukur Kecuali Kepada-Mu Ya Allah!
Maha Suci Engkau Ya Allah! Sesungguhnya , Tiada Daya Bagi Kami Untuk Menjangkau Dalam Memuja-Mu sebagaimana layaknya Engkau di puji!
Maha suci Engkau Ya Allah,dan aku memuji-MU dan aku bersaksi bahwa tiada Allah melainkan Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-MU...Aamiin ya Rabbal'alamin.
(♥ Subhanallah || Semoga Bermanfaat & Silahkan Di Share ♥)

Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal.
Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.
Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.
Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, Ya Syaikh (panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan.
Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su-ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.
(Disadur dari: Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, Darul Haq)
Ya Allah... Matikanlah kami dalam keadaan Khusnul Khotimah. Aamiin.
Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda: "Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Mungkin kita bisa kirim ribuan BBM mesra, promote, BroadCast yang gak terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari surgaKu"
.... Subhanallah waAstaghfirullah...
Marilah kita meningkatkan taQwa kita, ibadah kita, dan 'amal kebajikan.

Tidak membacanya rugi bukan maksud hati menakut-nakuti
Yang akan ikut mayat adalah tiga hal yaitu;
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada dua yang kembali dan satu akan tinggal bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan hartanya akan kembali
2. Sementara amalnya akan tinggal bersamanya.
Maka ketika roh meninggalkan jasad...
Terdengarlah suara dari langit memekik, "Wahai fulan anak si fulan,
- Apakah kau yang telah meninggalkan dunia, atau Dunia yang meninggalkanmu.
- Apakah kau yang telah mengumpul harta kekayaan, atau kekayaan yang telah mengumpul mu.
- Apakah kau yang telah menumpuk dunia, atau dunia yang telah menumpuk mu
- Apakah kau yang telah mengubur dunia, atau dunia yang telah mengubur mu."
Ketika mayat tergeletak akan dimandikan terdengar dari langit suara memekik, "Wahai fulan anak si fulan...
- Mana badan mu yang dulunya kuat, mengapa kini terkulai lemah.
- Mana lisan mu yang dahulunya fasih, mengapa kini bungkam tak bersuara.
- Mana telinga mu yang dahulunya mendengar, mengapa kini tuli dari seribu bahasa.
- Mana sahabat-sahabat mu yang dahulunya setia, mengapa kini Raib tak bersuara."
Ketika mayat siap di kafan... suara dari langit terdengar memekik, "Wahai fulan anak si fulan...
- Berbahagialah apabila kau bersahabat dengan ridho
- Celakalah apabila kau bersahabat dengan murka ALLAH
- Kini kau tengah berada dalam sebuah perjalanan nun jauh tanpa bekal
- Kau telah keluar dari rumah mu dan tidak akan kembali selamanya
- Kini kau tengah safar pada sebuah tujuan yang penuh pertanyaan."
Ketika mayat di usung... terdengar dari langit "Wahai fulan anak si fulan...
- Berbahagialah apabila amal mu adalah kebajikan
- Berbahagialah apabila mati mu di awali taubat
- Berbahagialah apabila hidup mu penuh dengan taat."
Ketika mayat siap di sembahyangkan.. Terdengar dari langit suara memekik, "Wahai fulan anak si fulan...
- Setiap pekerjaan yang kau lakukan kelak kau lihat hasilnya di akhirat.
- Apabila baik maka kau akan melihatnya baik.
- Apabila buruk, kau akan melihatnya buruk."
Ketika mayat di baringkan di liang lahat, terdengar suara memekik dari langit... "Wahai fulan anak si fulan...
Apa yang telah kau siapkan dari rumah mu yang luas di dunia untuk kehidupan yang penuh gelap gulita disini."
"Wahai fulan anak si fulan...
- Dahulu kau tertawa kini dalam perut ku kau menangis.
- Dahulu kau bergembira, kini dalam perut ku kau berduka.
- Dahulu kau bertutur kata, kini dalam perut ku kau bungkam seribu bahasa."
Ketika manusia meninggalkan sendirian... ALLAH berkata kepadanya... "Wahai Hamba-Ku...
- Kini kau tinggal seorang diri.
- Tiada teman dan tiada kerabat.
- Di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap.
- Mereka pergi meninggalkan mu seorang diri.
- Padahal, karena mereka kau pernah langgar perintah-Ku.
Hari ini...
Akan Ku tunjukkan kepada mu
- Kasih sayang Ku
- Yang akan takjub seisi alam.
- Aku akan menyanyangi mu lebih dari kasih sayang seorang ibu pada anaknya."
Kepada jiwa-jiwa yang tenang ALLAH berfirman;
"Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Rabb mu. Dengan hati yang puas lagi di ridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah Hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam Jannah-KU."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah haditsnya yang lain. Beliau bersabda;
artinya; "Cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagi mu !"
Yang akan ikut mayat adalah tiga hal yaitu;
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada dua yang kembali dan satu akan tinggal bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan hartanya akan kembali
2. Sementara amalnya akan tinggal bersamanya.
Maka ketika roh meninggalkan jasad...
Terdengarlah suara dari langit memekik, "Wahai fulan anak si fulan,
- Apakah kau yang telah meninggalkan dunia, atau Dunia yang meninggalkanmu.
- Apakah kau yang telah mengumpul harta kekayaan, atau kekayaan yang telah mengumpul mu.
- Apakah kau yang telah menumpuk dunia, atau dunia yang telah menumpuk mu
- Apakah kau yang telah mengubur dunia, atau dunia yang telah mengubur mu."
Ketika mayat tergeletak akan dimandikan terdengar dari langit suara memekik, "Wahai fulan anak si fulan...
- Mana badan mu yang dulunya kuat, mengapa kini terkulai lemah.
- Mana lisan mu yang dahulunya fasih, mengapa kini bungkam tak bersuara.
- Mana telinga mu yang dahulunya mendengar, mengapa kini tuli dari seribu bahasa.
- Mana sahabat-sahabat mu yang dahulunya setia, mengapa kini Raib tak bersuara."
Ketika mayat siap di kafan... suara dari langit terdengar memekik, "Wahai fulan anak si fulan...
- Berbahagialah apabila kau bersahabat dengan ridho
- Celakalah apabila kau bersahabat dengan murka ALLAH
- Kini kau tengah berada dalam sebuah perjalanan nun jauh tanpa bekal
- Kau telah keluar dari rumah mu dan tidak akan kembali selamanya
- Kini kau tengah safar pada sebuah tujuan yang penuh pertanyaan."
Ketika mayat di usung... terdengar dari langit "Wahai fulan anak si fulan...
- Berbahagialah apabila amal mu adalah kebajikan
- Berbahagialah apabila mati mu di awali taubat
- Berbahagialah apabila hidup mu penuh dengan taat."
Ketika mayat siap di sembahyangkan.. Terdengar dari langit suara memekik, "Wahai fulan anak si fulan...
- Setiap pekerjaan yang kau lakukan kelak kau lihat hasilnya di akhirat.
- Apabila baik maka kau akan melihatnya baik.
- Apabila buruk, kau akan melihatnya buruk."
Ketika mayat di baringkan di liang lahat, terdengar suara memekik dari langit... "Wahai fulan anak si fulan...
Apa yang telah kau siapkan dari rumah mu yang luas di dunia untuk kehidupan yang penuh gelap gulita disini."
"Wahai fulan anak si fulan...
- Dahulu kau tertawa kini dalam perut ku kau menangis.
- Dahulu kau bergembira, kini dalam perut ku kau berduka.
- Dahulu kau bertutur kata, kini dalam perut ku kau bungkam seribu bahasa."
Ketika manusia meninggalkan sendirian... ALLAH berkata kepadanya... "Wahai Hamba-Ku...
- Kini kau tinggal seorang diri.
- Tiada teman dan tiada kerabat.
- Di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap.
- Mereka pergi meninggalkan mu seorang diri.
- Padahal, karena mereka kau pernah langgar perintah-Ku.
Hari ini...
Akan Ku tunjukkan kepada mu
- Kasih sayang Ku
- Yang akan takjub seisi alam.
- Aku akan menyanyangi mu lebih dari kasih sayang seorang ibu pada anaknya."
Kepada jiwa-jiwa yang tenang ALLAH berfirman;
"Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Rabb mu. Dengan hati yang puas lagi di ridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah Hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam Jannah-KU."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah haditsnya yang lain. Beliau bersabda;
"Wakafa bi al mauti wa'idha."
artinya; "Cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagi mu !"

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Salam Bersabda : "Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya (harta) dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 penyakit di dalam dirinya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak prnah terpenuhi.
4. Keinginan yang tidak akan pernah tercapai."
(H.R. Imam Thabrani)
Itulah akibat jika hanya harta dunia yang terus dikejar. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kita tak pernah puas dan selalu merasa kurang.
Na'udzubillahi Mindzalik.
Yuk kita Aminkan Doa ini agar kita bisa menghindarinya.
Ya Allah..
Ingatkanlah jika kami lupa kepada Engkau.
Ingatkanlah jika kami lupa kepada Rasul_Mu.
Ingatkanlah jika kami lupa pada urusan akhirat.
Agar kami senantiasa berada dalam petunjuk_Mu.
Ya Allah..
Kami hamba yang lemah di hadapan_Mu.
Bimbinglah dalam setiap langkah kami.
Jauhkanlah kami dari perkara yang Engkau tidak ridhai.
Dekatkanlah kami pada perkara yang Engkau ridhai.
Ya Allah..
Tanamkan selalu hidayah-Mu di dalam hati kami.
Kerana hanya Engkau-lah yang mampu memberi petunjuk kepada kami.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin
Sabda Rasulullah SAW ;
"Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada." (HR. Muslim)

1. Kalau ada pakaian yang
koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.
Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk
dijual.
2. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan ‘Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.
3. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai shalat.’
4. Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu.. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, ‘Belum ada sarapan ya Khumaira?’ (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang bererti ‘Wahai yang kemerah-merahan’) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’ Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.
5. Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’ Lantas dijawab dengan agak gementar, ‘Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap begitu juga, jadi aku pukul lah dia.’ ‘Aku tidak menanyakan alasanmu,’ sahut Nabi s. a.. w. ‘Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?’
6. Pernah baginda bersabda, ’sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan rendah hati baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menurunkan kedudukannya sebagai pemimpin umat..
7. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah melekat dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa kesombongan.
8. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai maupun dalam kesendiriannya.
9. Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.
10. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, ‘Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?’ Jawab baginda dengan lunak, ‘Ya ‘Aisyah, apakah aku tak boleh menjadi hamba-Nya yang bersyukur.’
2. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan ‘Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.
3. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai shalat.’
4. Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu.. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, ‘Belum ada sarapan ya Khumaira?’ (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang bererti ‘Wahai yang kemerah-merahan’) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’ Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.
5. Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’ Lantas dijawab dengan agak gementar, ‘Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap begitu juga, jadi aku pukul lah dia.’ ‘Aku tidak menanyakan alasanmu,’ sahut Nabi s. a.. w. ‘Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?’
6. Pernah baginda bersabda, ’sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan rendah hati baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menurunkan kedudukannya sebagai pemimpin umat..
7. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah melekat dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa kesombongan.
8. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai maupun dalam kesendiriannya.
9. Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.
10. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, ‘Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?’ Jawab baginda dengan lunak, ‘Ya ‘Aisyah, apakah aku tak boleh menjadi hamba-Nya yang bersyukur.’

Bukanlah tidak mungkin jika sangatlah banyak orang orang sukses di seluruh dunia ini lantaran mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya terlebih kepada ibu. Kenapa? Karena ridha Allah ialah ridha orang tua, dan doa ibu itu sungguh tanpa hijab di hadapan Allah mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang ia dipanjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah untuk Allah kabulkan.
Mungkin sebagian orang masih tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesan-kesuksesannya selama ini adalah buah dari doa seorang ibu kepada Allah tanpa ia ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya di tiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu selalu berdoa untuk orang tuanya.
Barangkali juga kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua, entah karena ibu nya cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika seperti ini maka tragis. Kenapa tragis?
Karena terlalu fokus dengan secuil kekurangan orang tua dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini.
Di luar sana mungkin ada orang-orang di pinggir jalanan, di bawah kolong jembatan dan di tempat lainnya mereka juga suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah bukan karena sifat orang tua atau ibu mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya lagi orang tua.
Bersyukurlah jika masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya ibu, coba tanyakan kepada mereka yang ibu nya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup.
Coba bayangkan jika kita tidak punya ibu, ketika kita akan pergi ke luar rumah untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang bias kita cium. Jika tidak punya ibu mungkin tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang. Jika kita tidak punya ibu lagi ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna. Jika kita tidak punya ibu barangkali kita hanya bisa membayangkan wajah tulusnya di pikiran kita dan melihat baju-bajunya di lemarinya.
Banyak di antara kita suka mengeluh tentang sifat negatif ibu kita, tapi kita tidak pernah berfikir mungkin hampir setiap malam ibu kita di keheningan sepertiga malam bangun untuk shalat tahajud mendoakan kita sampai bercucuran air mata agar sukses dunia dan akhirat.
Mungkin di suatu malam beliau pernah mendatangi kita saat tidur dan mengucap dengan bisik “nak, maafkan ibu ya… ibu belum bisa menjadi ibu yang baik bagimu” kita mungkin juga lupa di saat kondisi ekonomi rumah tangga kurang baik, ibu rela tidak makan agar jatah makannya bisa dimakan anaknya. Ketika kita masih kecil ibu kira rela tidur dan lantai dan tanpa selimut, agar kita bisa tidur nyaman di kasur dengan selimut yang hangat.
Setelah semua pengorbanan telah diberikan oleh ibu kita selama ini, lalu coba renungkan apa yang kita perbuat selama ini kepada ibu kita? Kapan terakhir kita membuat dosa kepadanya? Kapan terakhir kita membentak-bentaknya? Pantaskah kita membentak ibu kita yang selama Sembilan bulan mengandung dengan penuh penderitaan? Oleh karena itu maka berusahalah untuk berbakti kepada orang tuamu khususnya kepada Ibumu. Karena masa depan kita ada di desah doa-doanya setiap malam. Dan ingat perilaku kita dengan orang tua kita saat ini akan mencerminkan perilaku anak kita kepada diri kita nanti.
Dan doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah. maka muliakanlah ibumu.....
Subhanallah...

(Tolong ingatkan kepada semua kaum HAWA yang Anda kenal)
Saudara dan saudari kaum Muslimin dan Muslimat, renungan khususnya untuk para wanita.(HAWA) Sayidina Ali R.A menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis mankala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.
Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya." Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.
Rasulullah saw menjawab "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.
Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.
Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (maaf) anj**g, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"
*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang digantung (maaf) p*y*d*r* adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.
Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan
perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.
Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjingialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
1. Biarkan info ini tetap dalam blog ini.
2. Share info ini ke sejumlah orang yang Anda kenal dan Insya Allah ridha Allah akan anugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirim.
SalamUkhuwah....

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Shalat adalah tiang agama. Nah lho, ... kalau tidak shalat berarti tiangnya kemana? Rasa malas sering datang ketika waktunya shalat. Bagaimana cara mengatasinya ? Yuk simak tips berikut : ...
1. Niat
Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu shalat tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.
2. The power of habit
Biasakanlah untuk shalat lima waktu berjama'ah dimasjid ( bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan kita akan merasa rugi bila meninggalkannya.
3. Kontrol diri
Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai orang muslim, ingatlah balasan/adzab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat.
4. Jangan pernah di tunda
Jika adzan telah dikumandangkan, segeralah untuk berwudhu. Apabila sedang melakukan aktivitas sepenting apapun, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang susah dilakukan, tapi menunda shalat akan menimbulkan rasa malas nantinya. Jangan tunda, segera laksanakan shalat.
5. Komitmen
Komitmen terhadap diri sendiri. Shalat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan terus secara konsisten, sehingga shalat pun berubah fungsi menjadi kebutuhan.
Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan dan komitmen untuk melakukan shalat 5 waktu tepat waktu.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci
TOLONG JANGAN DI ABAIKAN..!!
--- Semoga Bermanfaat ---

Kisah ini bermula apabila seorang pemuda bangun pada awal pagi untuk solat Subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid. Di pertengahan jalan menuju ke masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.
Dalam perjalanan ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yang sama. Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.
Di tengah jalan menuju ke masjid, dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.
Dia menanyakan identitas lelaki tersebut dan lelaki tersebut menjawab "Saya melihat anda jatuh dua kali di perjalanan menuju ke masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."
Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan menuju ke masjid. Apabila mereka sampai di masjid, pemuda tersebut bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan solat Subuh bersamanya. Lelaki itu menolak, pemuda itu mengajak lagi hingga berkali-kali tetapi jawabannya sama.
Pemuda itu bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan solat Subuh bersama ?
Lalu lelaki itu menjawab...
"Aku adalah IBLIS..."
Pemuda itu terkejut dengan jawapan lelaki itu. Iblis kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan SEMUA DOSAMU.
Saya sengaja membuat kamu terjatuh 2 kali dan itupun tidak membuat kamu jadi berubah pikiran, bahkan kamu tetap memutuskan kembali untuk ke masjid.
Karena hal itu, Allah memaafkan DOSA-DOSA SELURUH ANGGOTA KELUARGAMU.
Saya bimbang jika saya membuat kamu jatuh untuk ketiga kalinya, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa - dosa seluruh penduduk kampungmu jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat."
SUBHANALLAH...
Semoga ALLAH memberikan hikmah dan hidayah agar bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut. Aamiin.

Akhlak Istri Idaman
Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui ilmu-ilmu syar’i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu.
Sebagaimana riwayat dibawah ini:
Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para muslimah berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: “Tidaklah seorang muslimah di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang muslimah bertanya: “Bagaimana kalau hanya dua?” Beliau menjawab: “Juga dua.” (HR. Al-Bukhari No 1010)
Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya misalnya:
- Dia hanya bersahabat dengan muslimah yang baik.
- Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.
- Bisa menjadi contoh bagi muslimah lainnya.
Akhlak Isteri Idaman.
- Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur.
- Tidak banyak bicara, tidak suka merusak muslimah lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).
- Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu.
- Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim 4/157)
Isteri idaman di rumah suaminya
- Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendo-rong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah.” (Al Ahqaf 15)
- Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.
- Membantunya dalam ketaatan.
- Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
- Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.
- Bagus didalam mendidik anak.
Penampilan Istri Idaman:
- Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya.
- Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut: Harus minta izin suami, Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian, Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar’i atau keperluan yang sangat mendesak.
Sumber:mediamuslim.info

Apa itu Aqiqah
Kita kembali dulu pada apa itu aqiqah.
Aqiqah merupakan sembelihan demi mensyukuri kelahiran bayi, yang
dilaksanakan pada hari ketujuh, hari keempat belas, kedua puluh satu,
atau kapan saja ia mampu. Bahkan meski sudah dewasa menurut sebagian
ulama. Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, menurut sebagian besar
ulama, namun menurut ulama Hanafiyah hukumnya mubah (dilaksanakan tidak
dapat pahala, ditinggal tidak pula berdosa). Ada juga yang mengatakan
wajib, seperti pendapatnya Imam al-Laitsy.
Imam Ahmad berkata: “Aqiqah adalah sunnah dari Rasulullah SAW. Beliau telah melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husain, para sahabat beliau juga melakukannya”. Waktu pelaksanaannya, disunnahkan pada hari ketujuh. bila tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak dapat pula, maka pada hari kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda: "Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh". [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].
Rasulullah SAW juga bersabda: "Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu" [HR Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132]. Ataupun kalau dia tidak mampu pada hari-hari tersebut, maka dapat dapat dilakukan kapanpun ia memiliki kelapangan rezeki, sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.
Aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing untuk seorang bayi. Sama saja, baik bayi laki-laki atau perempuan. Karena Rasulullah SAW melakukan aqiqahi untuk ke dua cucunya, Hasan dan Husein. Masing-masing seekor untuk Hasan dan seekor untuk Husein. Ada juga yang berpendapat, bila bayi laki-laki mesti 2 ekor kambing dan satu ekor untuk bayi perempuan, yang didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
'anil ghulaami syataani mukaafiataani wa 'anil-jaariyati syaatun" (dua kambing untuk bayi laki-laki, seekor kambing untuk bayi perempuan). Untuk itu tinggal melihat kondisi. Jika kita mampu membeli dua ekor kambing (jika bayi kita laki-laki) akan lebih baik, namun jika mampunya hanya satu ekor kambing (wlau bayi kita laki-laki) tidak mengapa.
Dengan melaksanakan aqiqah, maka seakan-akan sang bapak telah membebaskan anaknya dari tuntutan. "Kullu mauluudin marhuunun bi 'aqiiqatihi" (setiap bayi tertuntut sampai pelaksanaan aqiqahnya), kata sebuah hadis.
Walaupun ada pendapat yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri, namun perkara ini bukanlah yang disepakati oleh para ulama. Dalil mereka yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri adalah apa yang diriwayatkan dari Anas dan dikeluarkan oleh Al Baihaqi, “Bahwa Nabi saw mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah beliau diutus menjadi Rasul”. Kalau saja hadits ini shahih, akan tetapi dia mengatakan,”Sesungguhnya hadits ini munkar dan didalamnya ada Abdullah bin Muharror dan ia termasuk orang lemah sekali sebagaimana disebutkan oleh al Hafizh Ibnu Hajar. Kemudian Abdur Rozaq berkata, 'Sesungguhnya mereka telah membicarakan dalam masalah ini dikarenakan hadits ini'.” (Nailul Author juz VIII hal 161 – 162, Maktabah Syamilah).
Apa itu Qurban
Zaid ibn Arqam berkata : “Wahai Rasulullah SAW, apakah Qurban itu?” Rasulullah SAW menjawab: “Qurban adalah sunahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab : “Apa keutamaan yang akan kami peroleh dengan Qurban itu?” Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah
Hukum qurban adalah sunnah muakkadah bagi yang mampu, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berqurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Rasulullah SAW sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah SWT dan bertakbir, dan meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu. (Hadits Muttafaq ‘alaih)
Ada juga yang menghukumi qurban sebagai ibadah wajib. Adapun orang yang menghukumi Qurban itu wajib merujuk pada hadits, “Siapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati masjidku.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Jadi wajib bagi yang mampu.
Imam Ahmad berkata: “Aqiqah adalah sunnah dari Rasulullah SAW. Beliau telah melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husain, para sahabat beliau juga melakukannya”. Waktu pelaksanaannya, disunnahkan pada hari ketujuh. bila tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak dapat pula, maka pada hari kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda: "Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh". [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].
Rasulullah SAW juga bersabda: "Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu" [HR Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132]. Ataupun kalau dia tidak mampu pada hari-hari tersebut, maka dapat dapat dilakukan kapanpun ia memiliki kelapangan rezeki, sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.
Aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing untuk seorang bayi. Sama saja, baik bayi laki-laki atau perempuan. Karena Rasulullah SAW melakukan aqiqahi untuk ke dua cucunya, Hasan dan Husein. Masing-masing seekor untuk Hasan dan seekor untuk Husein. Ada juga yang berpendapat, bila bayi laki-laki mesti 2 ekor kambing dan satu ekor untuk bayi perempuan, yang didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
'anil ghulaami syataani mukaafiataani wa 'anil-jaariyati syaatun" (dua kambing untuk bayi laki-laki, seekor kambing untuk bayi perempuan). Untuk itu tinggal melihat kondisi. Jika kita mampu membeli dua ekor kambing (jika bayi kita laki-laki) akan lebih baik, namun jika mampunya hanya satu ekor kambing (wlau bayi kita laki-laki) tidak mengapa.
Dengan melaksanakan aqiqah, maka seakan-akan sang bapak telah membebaskan anaknya dari tuntutan. "Kullu mauluudin marhuunun bi 'aqiiqatihi" (setiap bayi tertuntut sampai pelaksanaan aqiqahnya), kata sebuah hadis.
Walaupun ada pendapat yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri, namun perkara ini bukanlah yang disepakati oleh para ulama. Dalil mereka yang memperbolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri adalah apa yang diriwayatkan dari Anas dan dikeluarkan oleh Al Baihaqi, “Bahwa Nabi saw mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah beliau diutus menjadi Rasul”. Kalau saja hadits ini shahih, akan tetapi dia mengatakan,”Sesungguhnya hadits ini munkar dan didalamnya ada Abdullah bin Muharror dan ia termasuk orang lemah sekali sebagaimana disebutkan oleh al Hafizh Ibnu Hajar. Kemudian Abdur Rozaq berkata, 'Sesungguhnya mereka telah membicarakan dalam masalah ini dikarenakan hadits ini'.” (Nailul Author juz VIII hal 161 – 162, Maktabah Syamilah).
Apa itu Qurban
Zaid ibn Arqam berkata : “Wahai Rasulullah SAW, apakah Qurban itu?” Rasulullah SAW menjawab: “Qurban adalah sunahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab : “Apa keutamaan yang akan kami peroleh dengan Qurban itu?” Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah
Hukum qurban adalah sunnah muakkadah bagi yang mampu, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berqurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Rasulullah SAW sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah SWT dan bertakbir, dan meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu. (Hadits Muttafaq ‘alaih)
Ada juga yang menghukumi qurban sebagai ibadah wajib. Adapun orang yang menghukumi Qurban itu wajib merujuk pada hadits, “Siapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati masjidku.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Jadi wajib bagi yang mampu.
Manakah yang lebih di dahulukan, Qurban atau Aqiqah
Manakah yang harus kita dahulukan antara qurban atau aqiqah. Karena memang tidak ada yang mengatur hal ini, maka sebaiknya di pilih yang paling dekat pelaksanaannya. Dalam arti, jika saat ini lebih dekat pada Iedul Qurban atau hari raya qurban. Maka pilihlah untuk berkurban terlebih dahulu, berdoalah agar kita di berikan kemudahan ber-aqiqah sebelum hari raya qurban berikutnya. Namun, jika saat ini hari raya qurban masih lama atau baru saja lewat. Silahkan melakukan aqiqah terlebih dahulu, sambil berdoa di hari raya qurban nanti kita bisa berqurban.Manakah yang harus kita dahulukan antara qurban atau aqiqah juga merujuk pada hal berikut.
Perintah berqurban ini ditujukan kepada setiap orang yang mukallaf serta mempunyai kemampuan, berbeda dengan perintah aqiqah yang pada asalnya ditujukan kepada ayah dari bayi yang terlahir.
Ada juga pendapat dari Imam Ahmad kalau seseorang sudah berkurban, tidak perlu lagi melakukan aqiqah sebab qurban tersebut sudah mencukupi dan mewakili. Suatu ketika Imam Ahmad ditanya tentang qurban yang diperuntukkan bagi seorang anak, apakah hal itu sudah dapat menggantikan aqiqahnya? Beliau menjawab, "Aku tidak tahu. Akan tetapi ada yang berpendapat demikian. (Yaitu dari kalangan tabiin)." Imam Ahmad sendiri menegaskan, "Aku berharap semoga kurban yang dilakukan bisa menggantikan akikah orang yang belum diakikahi insya Allah." Demikianlah yang disebutkan dalam kitab Tuhfatul al-Maudud li Ahkamil Mawlud. Namun sebaiknya Qurban dan Aqiqah di pisahkan.
Jadi, bila kita mesti memilih antara berqurban atau beraqiqah. Pilihlah berqurban dahulu sambil memohon supaya kita bisa beraqiqah. Namun bila waktu hari raya qurban baru saja lewat, silahkan aqiqah dahulu sembil berdoa dan berusaha supaya di hari raya qurban berikutnya kita diberikan kemampuan berqurban. Semoga ini bisa menjawab pertanyaan bolehkah qurban tapi belum aqiqah

Doa Meminta Jodoh bagi Muslimah. Saat ini menikah banyak menjadi persoalan yang sangat pelik dan besar bagi beberapa pihak. Persoalan yang mengganjal kemudahan dan kelancaran pernikahan tidak sebatas factor biaya pernikahan yang besar saja. Dalam beberapa keadaan, persoalannya bahkan berakar kepada faktor pemilihan dan penentuan calon pasangan hidup.
Para akhwat / muslimah lebih pusing lagi. Jumlah kaum muslimah yang lebih banyak dari jumlah kaum pria adalah sebuah persoalan tersendiri. Apalagi para akhwat biasanya relatif pasif dan hanya menunggu bola. Maka urusan memilih seorang calon suami yang baik pemahaman dan pengamalan agamanya, baik akhlaknya, baik garis keturunan keluarganya, syukur-syukur tampan wajahnya dan mapan pekerjaannya, sungguh pekerjaan yang sulit.
Saking sulitnya, terkadang menantikan kedatangan seorang pria muslim yang rajin shalat lima waktu secara berjama’ah, tidak merokok dan bukan pengangguran saja —kriteria yang sebenarnya tak muluk-muluk— butuh waktu yang entah berapa lama, hanya Allah yang tahu. Ini adalah Doa Meminta Jodoh bagi Muslimah atau akhwat yang menantikan jodoh dan suami yang baik dalam agama, dunia dan akhirat.
Doa Meminta Jodoh bagi Muslimah
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.
Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.
Ada juga doa mencari jodoh dalam islam yang juga bisa dibaca oleh para akhwat yang mengharap jodoh dengan segera.
Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.
Ada juga doa mencari jodoh dalam islam yang juga bisa dibaca oleh para akhwat yang mengharap jodoh dengan segera.
Doa Mencari Jodoh
“Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiena imaamaa.”
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh [2] kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.” (QS 25:74)
Doa Minta Jodoh
“ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN”.
“Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiena imaamaa.”
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh [2] kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.” (QS 25:74)
Doa Minta Jodoh
“ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN”.
Artinya:
“Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baiknya dzat yang mewarisi”.
Semoga Allah SWT mengabulkan semua doa kita, dan semoga semuanya mendapatkan jodoh yang baik dalam agama, dunia dan akhirat.

Doa Minta Jodoh Bagi Ihkwan. Menikah, merupakan ujian besar yang Allah SWT berikan kepada siapa saja yang hidup. Terlebih lagi bagi mereka yang muslim, serta lebih-lebih lagi bagi mereka yang mukmin. Keseluruhan rangkaian ini, mulai dari penantian, saat memilih, memulai kehidupan baru, mempunyai anak, hingga usia senja menyapa dalam bingkai pernikahan semua nya merupakan ujian.
Ujian saat menunggu jodoh menyapa memang sangatlah berat. Apalagi, bagi mereka yang tidak berpegangan pada tali agama Allah. Bisa saja dalam masa penantian ini, banyak yang terjerumus kedalam kubangan maksiat dan dosa. itu hubungan tanpa status, pacaran jahiliyah, ataupun zina yang secara terang-terangan sudah mulai menjadi kebiasaan di negeri ini. Semoga saja para ikhwan yang masih menunggu jodoh dijauhkan dari hal-hal tersebut. Sambil tetap ber doa minta jodoh kepada Allah SWT agar segera diberikan akhwat yang baik.
Doa Minta Jodoh Bagi Ihkwan
“ROBBI HABLII MILLADUNKA
ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII
FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.
Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.
Doa Mencari jodoh
Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.
Doa Mencari jodoh
“ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ‘ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA”.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. 25 : 74)
Doa mendapatkan jodoh
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. 25 : 74)
Doa mendapatkan jodoh
“Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiena imaamaa.”
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 25:74)
Doa agar dimudahkan Jodoh
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 25:74)
Doa agar dimudahkan Jodoh
“ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN”.
Artinya:
“Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baiknya dzat yang mewarisi”.
Apakah kita benar-benar beriman atau hanya mengaku-ngaku beriman saja? Semoga, Allah SWT kuatkan niat kita untuk terus berjalan di jalanNya. Semoga Allah SWT kuatkan ikatan pernikahan kita sampai maut menjemput. Dan, semoga Allah SWT segerakan jodoh bagi sahabat-sahabat kita yang tengah menanti dalam taat. Aamiin.
Artinya:
“Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baiknya dzat yang mewarisi”.
Apakah kita benar-benar beriman atau hanya mengaku-ngaku beriman saja? Semoga, Allah SWT kuatkan niat kita untuk terus berjalan di jalanNya. Semoga Allah SWT kuatkan ikatan pernikahan kita sampai maut menjemput. Dan, semoga Allah SWT segerakan jodoh bagi sahabat-sahabat kita yang tengah menanti dalam taat. Aamiin.

1. TERJADI PERUBAHAN UKURAN BUMI / ALAM SEMESTA
Ini sesuai dengan Alquran 51:47 (Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya kami benar - benar meluaskannya) Walaupun hasil penelitian semula menyebutkan bahwa ukuran bumi tidak berubah, namun setelah dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan teknologi yang lebih modern menyebutkan bahwa ukuran bumi selalu berkembang
2. GARIS ORBIT
Seperti yang disebutkan dalam Alquran 21:33 (Dan Dialah yang
menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing - masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya)
Dari hasil perhitungan para ahli Astronom bahwa bumi bergerak secara beraturan dan diikuti dengan planet dan benda antariksa lainnya.
3. LAPISAN - LAPISAN PADA ATMOSFER
Seperti yang terdapat pada Alquran 2:29 (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu) Para ilmuan mengungkapkan bahwa atmosfer memang terdiri dari 7 lapisan dimana pada setiap lapisnya memiliki kandungan serta ciri - ciri fisik yang berbeda. Ketujuh lapisan tersebut adalah: Troposfer, Stratosfer, Lapisan
Ozon, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer, dan Eksosfer.
4. LAHIRNYA MANUSIA
Seperti yang terdapat pada Alquran 56:57-58 (Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya?
Ataukah kami yang menciptakannya?)
Fakta yang akhirnya diungkap oleh para ilmuan, diantaranya adalah bahwa manusia diciptakan dari spermatozoa yang merupakan bagian terkecil dari sperma. Selain itu, diungkapkan juga bahwa janin akan mengalami 3 masa selama berada di dalam rahim.
5. SIDIK JARI
Seperti yang terdapat pada Alquran 75:3-4 (Apakah manusia mengira bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Ya, bahkan kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna)
Keunikan dari pola sidik jari baru ditemukan dan disadari oleh para ahli pada Abad 19 dimana disebutkan bahwa setiap orang memiliki pola sidik jari yang sangat khas dan berbeda dengan orang lainnya.
6. TAHAP PERTUMBUHAN BAYI
Seperti yang terdapat pada Alquran 39:6 (...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam 3 kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?)
Dalam ilmu kedokteran diungkapkan bahwa janin akan mengalami 3 tahapan pertumbuhan selama di dalam rahim, yaitu: tahap pre-embrionik, tahap embrionik, dan tahap fetus
7. PERTEMUAN ANTAR LAUTAN
Seperti yang terdapat pada Alquran 55:19-20 (Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing - masing)
Pada pertemuan antara 2 atau lebih lautan yang masing - masing memiliki suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut ternyata tidak bisa mempengaruhi kondisi air laut itu sendiri.
8. PROSES TERBENTUKNYA HUJAN
Seperti yang terdapat pada Alquran 30:48 (Dialah Allah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menuut yang dikehendakiNya,dan menjadikannya bergumpal - gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah - celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenaio hamba - hambaNya yang dikehendakiNya,tiba - tiba mereka menjadi gembira)
Ayat diatas sesuai dengan proses terjadinya hujan, yaitu: partikel yang kaya akan garam diterbangkan angin ke atmosfer dan membentuk awan, kemudian angin akan menggerakkan awan, dan kemudian terjadi hujan
9. TEORI RELATIVITAS
Seperti yang tercantum pada Alquran 70:4 (Malaikat - malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun)
Ini sesuai dengan teori relativitas Einstein pada awal abad ke-20 yang menyatakan bahwa waktu merupakan sebuah konsep yang relatif dan dapat berubah tergantung pada keadaan
10. PENCIPTAAN MATERI YANG BERPASANG - PASANGAN
Seperti yang terdapat pada Alquran 36:36 (Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan - pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereke maupun dari apa yang tidak mereka ketahui)
Hal tersebut diatas akhirnya terungkap dari hasil penelitian seorang ilmuan Inggris yang menyatakan bahwa setiap materi diciptakan secara berpasang - pasangan

Berzikir adalah mengingat dan menyebut Nama Allah SWT. serta mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT secara berulang-ulang. Tujuan berzikir adalah agar hati menjadi dekat kepada Allah SWT dan tetap kuat dalam keimanan. Berzikir dilakukan setiap saat sekalipun hanya sedikit, diutamakan sebanyak-banyaknya dan terus menerus. Allah SWT memerintahkan berzikir, antara lain:
1. "Ingatlah (berzikirlah) kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu."
2. "Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya."
Rasulullah saw mengemukakan beberapa fadilah berzikir, diantaranya:
1. Allah SWT terlah berfirman, "Aku menurut dugaan Hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersama hamba apabila ia mengingat Aku. Jika ia mengingat Aku pada dirinya, niscaya Aku mengingatnya pula pada diri-Ku. Jika ia mengingat Aku dalam satu kelompok, niscaya Aku mengingatnya pada kelompok yang lebih baik daripada kelompok mereka. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatinya satu hasta. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari."
2. Orang yang berzikir mendapatkan Rahmat dan ampunan Allah SWT
3. Allah SWT menyebut nama orang yang berzikir kepada para malaikat yang berada di sisi-Nya
4. Orang yang berzikir mendapatkan perlindungan Allah SWT pada hari kiamat
5. Berzikir kepada Allah SWT lebih utama daripada berjihad fisabilillah dan memberikan harta yang banyak terus menerus
6. Orang yang berzikir mendapatkan ketenangan hidup
7. Orang yang berzikir diibaratkan orang yang hidup dengan rohaninya, dan orang yang tidak berzikir diumpamakan orang yang mati.

Berdoa adalah memanjatkan permohonan dan harapan kepada Allah SWT. Berdoa tidak bisa dilakukan hanya dengan mengucapkan permohonan dan harapan di bibir saja. Berdoa dilakukan dengan memahamiapa yang diucapkan dan diiringi dengan kekusyukan serta keikhlasan hati. Rasulullah saw sangat menganjurkan berdoa dan memperingatkan orang yang enggan berdoa, antara lain:
1. Allah SWT Berfirman, " Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan doamu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina."
2. "Mintalah anugerah Allah SWT...Sesungguhnya Allah SWT. Senang diminta oleh Hamba-Nya."
3. "Doa adalah inti ibadah."
4. "Tidak ada yang paling mulia di sisi Allah SWT selain berdoa."
5. "DOa adalah senjata orang beriman, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi."
6. "Allah SWT murka kepada orang yang tidak berdoa kepada-Nya."
7. "Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah SWT.."
8. "Barang siapa menginginkan doanya dikabulkan Allah SWT ketika dia dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak doa tatkala senang."
Rasulullah saw menjelaskan fadilah berdoa, di antaranya:
1. Allah SWT mencintai orang yang berdoa dan menjadikannya dekat dengan-Nya
2. Mendapatkan Ridha, Rahmat, dan Petunjuk Allah SWT
3. Mendapatkan ampunan Allah SWT
4. Mendapatkan keluasan Rezeki
5. Mendatangkan kebaikan serta menolakkan kemudaratan dan musibah
6. memudahkan kesulitan

Ketika membaca Al-Quran , pembaca dianjurkan untuk mengikuti sopan santun dan etika membaca Al-Quran, yaitu:
1. Berwudu
2. Membaca di tempat yang suci, disunnahkan dimasjid
3. Menghadap kiblat
4. Membaca taawuz
5. Menyempurnakan bacaan dengan tajwid dan lagu yang baik
6. Merendahkan suara bila khawatir ria. Jika tidak, lebih utama mengeraskannya
7. Mengarahkan pikiran dan perasaan untuk memahami bacaan
8. Merenungi ayat-ayat yang dibaca
9. Membaca mushaf lebih utama daripada hafalan
10. Makruh untuk bergurau, tertawa atau melihat sesuatu yang akan mengganggu dan menghentikan bacaan
11. Bersujud ketika membaca ayat Sajdah
12. Membaca takbir di antara dua surah, yang dimulai dari surah adl-dluha sampai akhir surah al-quran
13. Ketika selesai atau berhenti membaca ayat atau surah, mengucapkan:
14. Berpuasa ketika khatam Al-Quran dan mengundang tetangga, sanak saudara, dan handai tolan untuk syukuran
15. Membaca doa khatam Al-Quran sebagaimana yang terdapt pada akhir Al-Quran

a. Adab Berdoa
Setiap orang yang memohon kepada Allah SWT harus memperhatikan etika dan sopan santun dalam berdoa, antara lain:
1. memohon hanya kepada Allah SWT
2. Memohon pada keadaan yang mulia, seperti; saat bersujud kepada Allah SWT setelah shalat fardhu, waktu sahur, saat turun hujan dan ketika berpuasa
3. Memohon pada saat yang baik dan tepat, seperti; rentang waktu antara azan dan iqamah, sepertiga malam, hari jumat, bulan Ramadhan, hari arafah, awal dan akhir tahun
4. Menghadap kiblat seraya mengangkat kedua tangan
5. Meyakini permohonan akan terkabul
6. Merendahkan diri, khusyuk, dan takut akan murka Allah SWT
7. Melembutkan suara, karena berdoa ditujukan kepada Yang Maha Mendengar, serta tidak memaksakan diri untuk melagukan doa
8. Memulai permohonan atau permintaan dengan menyebut salah satu Asmaul Husna, kalimat tauhid, hamdalah, serta bersalawat atas Rasulullah saw; tidak langsung mengungkapkan maksud yang dituju
9. Tidak memohon keburukan bagi diri sendiri ataupun orang lain, memutuskan hubungan silahturahmi, dan yang diharamkan atau dimakruhkan agama, seperti; memohon kematian karena ditimpa musibah, memohon menimpakan azab dengan segera didunia dan lain-lain
10. Menyatakan permohonan dengan baik dan jelas
11. Mengulangi permohonan sampai tiga kali dan diutamakan
12. Bertobat kepada Allah SWT atas kesalahan yang pernah diperbuat
13. Menutup permohonan dengan bertahmid dan bersalawat atas nabi saw lalu mengusapkan kedua tangan ke wajah
b. Adab Berzikir
Etika dan sopan santun bagi orang yang berzikir kepada Allah SWT antara lain:
1. Merendahkan diri, tidak boleh takabur
2. Mengkhusyukan hati dan tidak lengah atau lalai
3. Meniatkan untuk menambah keimanan
4. Memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan
5. Tidak mengeraskan suara
Gallery
Labels
Al Quran
Allah SWT
Aqiqah
Binatang Halal dan Haram
Doa
Dosa-Dosa Dan Ancaman Hukumnya
Dzikir
Empat Imam MAZAB
Hadis dan Sunnah
Haji dan Umroh
Hak Orang Islam atas Orang Islam
Hari Kiamat
Hari-hari Besar Islam
Hijab
Iman
Islam
Kemampuan Luar Biasa Manusia
Khulafaur Rasyidin
Kisah dan Cerita
Kitab-kitab Suci Terdahulu
Mahluk-Mahluk Ghaib
Manusia
Menyucikan Diri
Muamallah
Muhammad SAW
Muslimah
Nabi dan Rasul
Perilaku Islami
Pernikahan
Puasa
Qurban
Renungan
Sahabat-sahabat Rasulullah saw
Sedekah
Shalat
Shalat-Shalat Sunnah
Shalat-Shalat Wajib
Suami dan Istri
Surga dan Neraka
Tahun Hijriyah
Tarekat
Tauhid
Warisan
Zakat
-
a. Adab Berdoa Setiap orang yang memohon kepada Allah SWT harus memperhatikan etika dan sopan santun dalam berdoa, antara lain: ...
-
Jumlah tarekat yang diakui kebenarannya cukup banyak, akan tetapi yang memiliki banyak anggota sampai kini tinggal tujuh aliran: 1) Tare...
-
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Pagi itu saya tengah berkeliling sebuah pesantren yang mengagumkan di Kalimantan Timur. Pesantren itu...
-
Ta'ziah yang lebih dikenal dengan istilah melawat, adalah mengunjungi untuk menghibur orang yang sedang tertimpa musibah kematian sala...
-
Barangkali Anda pernah mendengar kisah tentang seorang shahabiyah (sahabat wanita) Rasulullah yang tidak pernah keluar rumah selai...



