Advertisement

Latest News

Tampilkan postingan dengan label Kemampuan Luar Biasa Manusia. Tampilkan semua postingan



Keramat berasal dari bahasa Arab, karomah (kemuliaan atau kemurahan). Maksudnya adalah kemuliaan dari Allah SWT kepada para hamba-Nya yang beriman dan bertakwa (para wali-Nya), sehingga mereka dapat berbuat sesuatu yang luar biasa atau tidak masuk akal. Suatu misal, mereka mengetahui peristiwa yang akan terjadi, atau dapat berjalan di atas permukaan air, dan lain sebagainya.

Sesungguhnya anggota badan dan organ tubuh kita jika dipergunakan untuk taat kepada Allah SWT semata tanpa bermaksiat, dapat memiliki keramat. Hati, misalnya dapat mengetahui sesuatu yang akan terjadi. Perut dapat menolak apabila yang dihidangkan makanan haram. Lidah dapat bercakap-cakap dengan mayat dalam kubur. Telinga dapat mendengarkan suara- suara gaib. Dan mata bisa melihat sesuatu yang berada di balik dinding, atau bahkan bisa melihat dengan jelas suatu kejadian di kota lain.

Keramat itu memang benar adanya. Wali Allah SWT yang pernah menerima keramat antara lain adalah Maryam. Ibunda Isa Al-Masih. Dari waktu ke waktu Maryam mengabdikan dirinya untuk beribadah kepada Allah SWT dalam mihrob yang dibangun pamannya, Nabi Zakaria. Hingga tidak ada kesempatan baginya untuk memikirkan yang lain. Tetapi setiap kali masuk ke dalam mihrob, Nabi Zakaria as. mendapati makanan yang lezat terhidang di sisi Maryam.

"Hai Maryam, dari mana kau peroleh makanan ini?" Tanya Nabi Zakaria penuh rasa heran.

"Dari Allah," jawab Maryam. "Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya."

Wali Allah SWT lainnya yang juga mendapat keramat, ialah tujuh pemuda yang diterangkan dalam surat 18/Al Kahfi ayat 10-11 Awalnya ketujuh pemuda tersebut masuk ke dalam gua guna menghindari pengejaran pihak penguasa yang zalim karena geram atas seruan mereka untuk mematuhi ajaran Allah SWT. Akhirnya mereka tertidur dalam gua tersebut selama tiga ratus tahun. Ketika mereka terbangun tubuh mereka tetap sehat dan kondisi merek sama seperti ketika mereka memasuki gua, tiga ratus tahun silam Hanya saja keadaan masyarakatnya sudah jauh berubah karena penguasa yang mengejar-ngejar mereka dulu sudah berganti, dai mata uang yang mereka miliki sudah tidak berlaku lagi.

Beberapa sahabat Rosulullah saw. juga ada yang dianugerahi keramat oleh Allah SWT. Di antara mereka adalah empat sahabat utama beliau: Abu Bakar ra., Umar ra., Utsman ra., dan Ali ra.

1.       Keramat yang dimiliki Abu Bakar Shiddiq ra. antara lain dapat mengetahui jika waktu kematiannya sudah dekat dan mengetahui jenis kelamin anaknya yang masih dalam kandungan.

Dikisahkan bahwa pada suatu panen kurma, Abu Bakar memperoleh 1.200 gantang. Ketika itu dia sedang sakit. Kepada Aisyah beliau menuturkan, "Aisyah, kutinggalkan 1.200 gantang Kurma buat warisan. Engkau memiliki dua orang saudara laki laki dan dua orang saudara perempuan. Bagi-bagilah peninggalanku itu sesuai ketentuan kitab Allah."

Pada saat itu Aisyah telah memiliki tiga saudara, dua orang laki-laki dan seorang perempuan bernama Asma, karenanya ia bertanya, "Siapa lagi seorang perempuan yang menjadi saudaraku itu?" Abu Bakar menjawab. "Yang masih dalam kandungan ibumu, sudah kulihat dia seorang wanita." Dan ucapan Abu Bakar itu terbukti benar.

Dalam peristiwa tersebut, menurut Imam Subki, terdapat dua keramat Abu Bakar. Pertama, dari kata-kata "sebagai harta warisan" ia memberitahukan kepada keluarganya, bahwa ia akan wafat dalam sakit itu. Kedua, ia memberitahukan bahwa anaknya yang akan lahir itu wanita, ini sebagai isyarat bagi Aisyah agar dalam membagi harta waris, ia mengetahui batas-batas haknya.

2.   Keramat yang dimiliki Umar bin Khoththob ra., di antaranya bisa bicara dengan mayat yang berada dalam kubur dan menghentikan gempa bumi.

Suatu hari Umar bin Khoththob ra. melintasi kuburan Baqi, Madinah. Setelah mengucapkan salam kepada ahli kubur, ia memberitahukan. "Menurut kabar, Istri-istri kamu sudah menikah lagi, rumah-rumah kamu sudah didiami, dan harta peninggalanmu sudah berserakan." Seketika terdengar jawaban dari dalam kubur. "Wahai Umar, apa yang sudah kami dulukan dari harta kami, sudah kami peroleh hasilnya, apa yang sudah kami belanjakan (maksudnya untuk jihad) sudah kami peroleh keuntungannya, dan apa-apa yang kami tinggalkan, kami merugi." (Riwayat Ibnu Abi Dunya).

Pada zaman pemerintahan Umar, menurut Imam Haromain, pernah terjadi gempa. Setelah memuji Allah SWT, Umar memukulkan cambuknya ke tanah seraya berkata: "Wahai Bumi, diam. Apakah aku tidak berlaku adil di atas permukaanmu?" Seketika gempa itu berhenti.

3.   Keramat yang dimiliki oleh Utsman bin Affan ra., antara lain, ia mengetahui apa yang telah dilakukan orang.

Suatu hari Utsman menerima seorang tamu lelaki. Ia katakan kepada tamunya. "Telah masuk seseorang di antara kamu yang pada matanya bekas zina (maksudnya telah terjadi zina mata karena pandangan bernafsu)." Tamu tersebut tidak memungkiri, karena sewaktu di perjalanan tadi ia menjumpai seorang wanita dan memandanginya dengan penuh perhatian. Ia hanya bertanya, "Apakah setelah Rosulullah saw., ada orang menerima wahyu?" Utsman menjawab, "Tidak, tetapi itulah firasat orang beriman."

4.    Keramat yang dimiliki oleh Ali r a., antara lain, bisa menyambung kembali tangan yang telah putus.

Seorang budak hitam yang disayangi Ali, suatu hari mencuri. Ketika dihadapkan kepada Ali, ia mengakui perbuatannya dan dijatuhi hukuman potong tangan sesuai dengan hukum yang berlaku. Setelah itu di tengah perjalanan pulang, Ia bertemu Salman Al-Farisi dan Ibnu Al-Kawa.

Ibnu Kawa bertanya kepadanya. "Siapa yang memotong tanganmu?" Budak tersebut menjawab. "Amirul Mukminin, menantu Rosulullah saw, suami Fatimah yang perawan." Ibnu Kawa heran. "Dia sudah memotong tanganmu, engkau masih pula memuji-mujinya." Budak hitam itu menjawab, "Betapa tidak, tanganku sudah dipotongnya dengan jalan hak, dia telah menyelamatkan aku dari api neraka."

Salman Al-Farisi yang mendengar percakapan itu melaporkannya kepada Ali, dan Ali memanggil budak hitam itu kembali. Lalu Ali meletakkan potongan tangan yang terpisah tadi di lengannya, dan menutupnya dengan sehelai sapu tangan, serta berdo’a dengan beberapa do’a. Sesaat kemudian terdengarlah suara gaib, "Angkatlah penutup tangan itu." Dan ketika sapu tangan itu diangkat, tangan si budak hitam itu menyambung kembali. (Riwayat Imam Fakhtur Rozi).

Yang dialami oleh Maryam, tujuh pemuda Al-Kahfi, dan yang dilakukan oleh keempat sahabat Rosulullah saw tersebut sungguh peristiwa yang luar biasa. Padahal mereka bukanlah nabi atau rosul, melainkan hanyalah hamba Allah SWT yang taat dan patuh kepada- Nya. Itulah yang dinamakan keramat. 



Kemampuan orang-orang tertentu, atas izin Allah SWT, melakukan sesuatu yang luar biasa dengan cara-cara tertentu dinamakan sihir. Cara-cara tertentu yang mereka gunakan biasanya dengan jampi-jampi atau membaca mantra-mantra. Sihir ini sudah ada sejak dahulu kala. Dan mereka mengikuti apa (sihir) yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir. (QS. 2/Al-Baqoroh: 102)

Para ulama menegaskan, bahwa hukum melakukan sihir adalah haram. Sebab sihir itu bersifat merusak, dan segala sesuatu yang merusak dilarang dalam Islam. Dan pelaku sihir adalah orang yang merugi. "Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir/’ (QS. 2/Al-Baqoroh: 102)

Sihir dikatakan bersifat merusak, sebab sasaran sihir secara umum:
  1. mempengaruhi hati dan badan seseorang untuk disakiti atau dibunuh.
  2. memusnahkan harta benda seseorang; dan
  3. memutuskan ikatan kasih sayang seseorang dengan suami/istn anak atau dengan anggota keluarga yang lainnya.

Sihir, berdasarkan cara kerjanya, dapat digolongkan menjadi:

  1. sihir langsung, yakni sihir yang dilakukan secara langsung tanpa meminta bantuan manusia atau peralatan lain. Misalnya, seseorang yang hanya ditepuk bahunya, ia menyerahkan segala perhiasannya secara sukarela kepada yang menepuknya Kejadian ini disebut juga "gendam".
  2. sihir dengan bantuan, adalah sihir yang dilakukan dengan bantuan setan serta menggunakan rambut atau bagian tertentu dari orang yang sudah meninggal dunia.
  3. sihir yang menggunakan rumus angka-angka/huruf-huruf atau benda-benda tertentu
  4. Sihir yang menggunakn foto/gambar calon korbannya.
Semoga kita dilindungi oleh Allah SWT dari segala gangguan setan yang terkutuk, dan kejahatan mahluk-mahluknya. Amin.



Sifat mukjizat yang dimiliki oleh para nabi atau rosul berbeda-beda. Meskipun demikian dapat dibagi dalam 4 (empat) macam yaitu:
  1. Mukjizat Kauniyah, adalah mukjizat yang berupa peristiwa alam. Misalnya, terbelahnya laut akibat pukulan tongkat Nabi Musa as, dan dibelahnya bulan menjadi dua oleh Nabi Muhammad Rosulullah saw.
  2. Mukjizat Salbiyah atau Tarkiyah, adalah mukjizat yang membuat sesuatu tidak berdaya, seperti Nabi Ibrohim as. mampu menghilangkan daya bakar api sehingga ia tidak kepanasan, ketika dihukum bakar oleh Fira’un karena perbuatannya menghancurkan semua berhala sesembahan.
  3. Mukjizat Syahsiyah atau fi’liyah, adalah mukjizat yang terpancar dari tubuh rosul sendiri. Misalnya, memancarnya cahaya dari tangan Nabi Musa as., dan mengucurnya air dari celah-celah jemari Nabi Muhammad Rosulullah saw.
  4. Mukjizat Aqliyah, adalah mukjizat yang masuk akal. Contoh satu-satunya adalah Al-Qur’an.
Semua rosul (utusan) Allah SWT dibekali dengan mukjizat. "Dan jika mereka mendustakanmu, maka sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rosul-rosul), ketika rosul-rosul memdatang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), zabur kitab yang memberi penjelasan yang sempurna." (QS. 35/Fathir: 25). Yang dimaksud dengan "kitab yang memberi penjelasan yang sempum. adalah Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dengan memberi kesanggupan untuk mendengarkan dan menerima keterangan-keterangan.

"Rosul-rosul mereka benar-benar datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman, (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya." (QS. 7/Al-A’rof: 101) Diantara mereka adalah Nabi Nuh as., dapat mendatangkan banjir bandang yang dapat menghanyutkan kaumnya yang kafir. Nabi Saleh mempunyai seekor unta istimewa yang luar biasa indahnya dari batu karang. Nabi Sulaiman as., dapat bicara dengan binatang dan menundukan jin.



Dalam berdakwah kepada kaum musyrikin Mekah, Nabi Muhammad Rosulullah saw. sering dituntut menunjukkan mukjizat beliau. Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. 6/Al-An’am: 37)

Di antara nabi dan rosul, hanya Muhammad saw. yang pa­ling banyak dianugerahi mukjizat oleh Allah SWT., antara lain:


  1. Al-Qur’an yang mengandung tiga pokok ajaran (1) keimanan, (2) akhlak/budi pekerti yang terpuji, dan (3) hukum-hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan lingkungan sekitarnya.
  2. membelah bulan menjadi dua bagian untuk memenuhi permintaan orang-orang musyrik yang menuntut bukti kebenaran kerosulannya. Saat (hari kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(ini adalah) sihir yang terus-menerus". (QS. 54/Al-Qomar: 1-2)
  3. Nabi Muhammad saw. menerima salam dari batu-batu di Mekah. (HR. Muslim dari Jabir bin Samuroh ra.)
  4. dapat memancarkan air dari celah-celah jemari tangannya, sehingga mampu memberi air minum orang banyak. (HR. Muslim dari Anas ra.)
  5. mampu memperbanyak makanan yang sedikit, sehingga cukup untuk mengenyangkan banyak orang yang turut dalam Perang Khondaq. (HR. Muslim dari Jabir bin Abdullah ra. dan dari Anas ra.)
  6. menyembuhkan bermacam penyakit yang berbahaya dan sukar sembuhnya, hanya dengan mengusap dan mendo`akannya. Salah satu contoh adalah mengembalikan biji mata salah seorang sahabatnya yang terlepas, sehingga matanya jauh lebih baik dari sebelumnya.
  7. kebenaran meramal peristiwa yang akan terjadi, dan kemudian peristiwa tersebutbenar-benar terjadi. Kebenaran ramalannya itu ada yang terbukti sewaktu beliau masih hidup seperti ramalannya tentang kemenangan orang-orang Islam atas kaum kafir Quraisy. Adapula ramalannya yang terbukti setelah beliau wafat, misalnya tentang kejatuhan Konstantinopel beliau ramalkan: "Kamu umat Islam, niscaya akan menaklukkan Konstantinopel. Di sanalah terdapat pemerintahan yang terbaik dan di sana pula terdapat ketentraman yang terbaik." Ramalan tersebut telah menjadi kenyataan dalam sejarah, yakni ketika Konstantinopel di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Al-Ghozi yang dikenal juga dengan nama Abdul Fatah pada tahun 857 H. Kini Konstantinopel menjadi negara Islam Turki beribu kota An­kara.

Ramalan Nabi Muhammad Rosulullah saw. yang juga terbukti adalah, akan dikuasainya umat Islam oleh kaum kafir karena umat Islam lebih cinta dunia dan takut mati. Sekarang ini sudah dapat dikatakan bahwa umat Islam dikuasai oleh umat kafir. Orang-orang kafir dari berbagai bangsa bahu-membahu untuk melenyapkan kekuatan orang muslim, dan merampas apa yang ada dalam kekuasaan mereka. Salah satu contohnya yang terjadi pada tahun 2003, bersatunya Amerika Serikat, Inggris, Australia, Spanyol, dan lain-lainnya menghancurkan kekuatan bangsa Afganistan dan Irak. Lalu mereka menjajahnya demi menguasai sumber minyak dan demi suksesnya misi mereka di Timur Tengah, di antaranya kristenisasi.

Dan pada 2011 ini pasukan koalisi (antara lain AS, Inggris, Perancis, Itali, dan Kanada) menggempur Libya. Tujuan serangan mereka tidak lain untuk menguasai cadangan minyak bumi negeri muslim itu. Jadi bohong besar jika serangan mereka beralasan melindungi rakyat sipil. Sebab faktanya ratusan rakyat sipil yang tidak berdosa menjadi korban serangan mereka. 


 


"KEPADA masing-masing golongan, baik golongan ini, maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari Kemurahan Tuhanmu. Dan Kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi." (Q.S Al-Isra; 20)

Segala sesuatu yang dikehendaki Allah SWT pasti terjadi, sebaliknya apa yang tidak dikehendaki-Nya mustahil ada. Demikian pula dengan kemampuan-kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh manusia -- besar atau kecil, baik atau buruk, bermanfaat atau tidak berguna -- terjadi karena kehendak dan kekuasaan Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Kemampuan-kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh manusia tersebut, dapat digolongkan dalam;
a. Mukjizat
b. Keramat
c. Ma'unah
d. Istidraj
e. Sihir
Advertisement